Sejarah Singkat





SMP Diponegoro Depok sebagai salah satu lembaga pendidikan di kecamatan Depok, semula hanya merupakan pengembangan kegiatan pendidikan di MI yang di pelopori oleh H. Saliman, S.Ag, Drs. H. Ponidjo, Panut Rosyidi, BA, Drs. H. Jambari. Dengan bantuan tenaga tersebut pembelajaran yang dimulai sejak tahun 1997 berlanjut hingga kemudian menjadi salah satu SMP Potensial di bawah Dinas Pendidikan dan LPj.

Sejalan dengan waktu terjadi beberapa kali pimpinan. Bapak H. Saliman Kepala Sekolah pertama, digantikan oleh Bapak Panut Rosidi, BA. Namun belum genap satu tahun beliau sakit dan meninggal. Maka digantikan oleh Drs. H. Jambari yang selanjutnya Drs. H. Ponidjo.

Pada masa ini jumlah siswa mulai bartambah, namun beberapa tahun menurun drastis dengan berdirinya beberapa SMP Negeri yang secara geografis berdekatan dengan SMP Diponegoro.

Maka untuk mengembangkan keberadaan SMP Diponegoro dibentuk yayasan yang dipelopori oleh beberapa tokoh masyarakat, baik pendatang maupun penduduk asli, diantaranya adalah H. Saliman, H.Jambari, H.Ponidjo, M.Khoiron, K.H Syakir Ali serta Kepala Desa Maguwoharjoyaitu H. Imindi Kasmiyanto. Dalam Pengelolaan Yayasan yang dinamai Yasayan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro    keadaan sarana prasarana secara bertahap membaik karena adanya peningkatan usaha melalui beberapa tokoh tersebut. Kegigihan para pengurus juga diwujudkan dengan mencari siswa dari daerah seperti Sukoharjo, Tuban, Brebes, Indramayu, Lampung, Jakarta dan lain-lain.

Pengurus juga mengadakan pergantian Kepala Sekolah pada tahun 1998 yaitu dari Drs. H. Ponidjo ke Drs. H. Muh Khoirudin sampai sekarang, sejak saat itu ada perubahan manajemen dan kebijakan yang melibatkan stake holder sekolah, transparan dan selalu berkoordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program sekolah.

Dibawah Kepemimpinannya SMP Diponegoro perlahan berkembang baik kuantitas maupun kualitas. Beberapa lokal kelas telah dibangun atas hasil kerja kerasnya menggali sumber dana melalui berbagai proposal sehingga diperoleh bantuan pemerintah berupa pergedungan dan sarana lainnya. Oleh karena diantara jenis bantuan berupa imbal swadaya dari Dinas Pendidikan Kab. Sleman, Yayasan juga bekerja keras untuk berperan sebagai mitra dari bantuan tersebut, baik mengenai pembiayaan pembangunan maupun penambahan area sekolah. selain itu yayasan juga memberi subsidi setiap bulan untuk pembayaran SPP bagi siswa-siswi panti dan santri yang tidak mampu. Hingga kini sarana dan prasarana semakin meningkat sehingga telah memiliki beberapa media pendidikan seperti Proyektor pembelajaran Komputer, Laptop & LCD, Serta Laboratorium Bahasa dan Perpustakaan.

Dalam peningkatan SDM Kepala Sekolah memberi peluang bagi tenaga pendidik yang menghendaki studi lanjut S1 maupun S2 dan sampai saat ini 11 guru telah lolos uji sertifikasi, 8 guru melalui jalur Dinas Dikpora, 3 guru melalui Kementrian Agama. Beberapa faktor tersebut telah mengantar SMP Diponegoro Depok meraih berbagai prestasi.